beberapa kalangan masih saja tampak tidak puas dengan hasil ujian nasional tingkat SMA yang diumumkan beberapa hari kemarin. walaupun prosentase tingkat kelulusan dinilai mengalami peningkatan, namun banyak masalah yang masih memerlukan perhatian penuh. tingkat kecurangan, indikasi soal bocor, hingga masih adanya satu sekolahan yang siswanya tidak lulus semua. namun dibalik itu, ada persoalan yang sering kali dikesampingkan. yaitu persoalan mata pelajaran yang di-UN-kan.
dahulu ketika mata pelajaran yang di-UN-kan hanya 3, ada indikasi bahwa semua kalangan hanya berfokus pada 3 mata pelajaran tersebut. menjelang UN hanya 3 mata pelajaran tersebutlah yang kerap kali didalami dan seakan mengesampingkan mata pelajaran lain. kini, setelah ditambah (meskipun mendapat protes dari banyak pihak) menjadi 6 mata pelajaran ,masih saja ada indikasi pelajaran lain diabaikan. sekolahan menjadi semacam lembaga bimbingan belajar. hal ini dikarenakan segenap komponen sekolah hanya terfokus pada bagaimana agar siswanya bisa lulus pada ke-6 mata pelajaran tersebut. sehingga siswa todak lagi mempelajari dan mendapat pelajaran lain selain yang di-UN-kan.
saya tidak bermaksud agar semua mata pelajaran di-UN-kan. namun yang perlu menjadi bahan pertimbangan semua pihak bahwasannya semua pelajaran pada dasarnya penting. semua pelajaran harus tetap diajarkan walaupun tidak di-UN-kan. jadi tak lantas hanya berfokus pada mata pelajaran yang di-UN-kan saja.